Sejarah STAN

Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) merupakan Perguruan Tinggi yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan RI. Lembaga pendidikan ini menyelenggarakan Program Studi Diploma di Bidang Keuangan Negara. Berdasarkan Undang Undang Nomor 12 tahun 2012, bentuk tertinggi untuk pendidikan vokasi adalah Politeknik. Sesuai dengan landasan hukum tersebut, sebuah lembaga pendidikan vokasi dapat menyelenggarakan pendidikan vokasi mulai dari jenjang Diploma I hingga Doktor (S3) Terapan.

Sebelumnya PKN STAN lebih dikenal dengan sebutan Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN). STAN merupakan sekolah kedinasan yang dikenal dan favorit di kalangan alumni Sekolah Menengah Atas (SMA) setiap tahunnya. Mulai tanggal 15 Juli 2015, nama STAN bertransformasi menjadi PKN STAN berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan RI No 137/PMK.01/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Keuangan Negara STAN.

Sejarah STAN terbilang cukup panjang melalui beberapa periode hingga saat ini. STAN merupakan kolaborasi daru penyelenggaraan pendidikan di bidang keuangan negara yang berbentuk jabara, akademi, dan sekolah tinggi yang dikelola oleh institusi pemerintah pengelola keuangan negara saat itu. Dua institusi tersebut dahulunya bernama jawatan pajak dan jawatan pabean. Kedua lembaga tersebut kini lebih dikenal dengan nama Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Akademi dan kursus tersebut sudah lama berdiri dan merupakan respon atas kebutuhan sumber daya manusia yang memiliki keahlian khusus bidangn keuangan negara. Dimana saat itu belum dapat dipenuhi oleh lembaga pendidikan tinggi lain kala itu. Dari sumber catatan lengkap, disebutkan bahwa berdirinya STAN dapat dirunut sejak tahun 1952. Nama Sekolah Tinggi Akutansi Negara mulai digunakan pada tahun 1975. Adapun perjalan sejarah STAN sebagai berikut:

1.     Kursus Jabatan Ajun Akuntan

Didirikan melalui Surat Keputusan Menteri Keuangan No.167941/UP tanggal 31 Juli 1952. Kursus Djabatan Ajun Akuntan (KDAA) meliputi Ajun Akuntan Negara (AAN) yang diselenggarakan di Bandung dan Ajun Akuntan Pajak (AAP) yang diselenggarakan di Jakarta.

2.     Akademi Pajak dan Pabean (AP2)

Dibentuk melalui Keputusan Menteri Keuangan No:248621/UP tanggal 25 November 1957. Akademi ini awalnya bernama Akademi Pajak yang dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No: 213812/UP pada tanggal 4 Oktober 1956. Penyelenggaraan kuliah Akademi Pajak dan Pabean berada di 3 tempat yang salah satunya dilaksanakan di Jl. Purnawarman 99 Kebayoran Baru Jakarta.

3.     Sekolah Tinggi Ilmu Keuangan Negara (STIKN)

Berdiri tahun 1959 berdasarkan Surat Keputusan Menkeu No: 175402/UP/X tanggal 31 Desember 1959. Para mahasiswa STIKN juga berkuliah di kampus Purnawarman atau kampus yang dikenal dengan nama Kampus Sumitro Djojohadikusumo. STIKN merupakan pengganti dari Akademi Pajak dan Pabean yang dibubarkan oleh Menteri Keuangan pada saat itu. Selama periode berdirinya STIKN, terdapat pula beberapa sekolah bidang keuangan lain di antaranya Akademi Treasury Negara (ATN) yang dibentuk pada tahun 1958 oleh Departemen Keuangan dan Akademi Dinas Pemeriksa Keuangan (ADPK) yang didirikan tahun 1963 oleh Badan Pemeriksa Keuangan.

4.     Institut Ilmu Keuangan (IIK)

Berdiri pada tahun 1967 berdasarkan Keppres  No.167 tahun 1968. IIK merupakan peleburan dari STIKN, ATN, dan ADPK dan telah berbentuk perguruan tinggi setara dengan perguruan tinggi lainnya yang melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi. Namun pada akhirnya IIK dibubarkan pada tahun 1975.

5.     Sekolah Tinggi Akuntansi Negara

Pada awalnya bukan merupakan perubahan dari IIK. STAN merupakan salah satu Pusdiklat di bawah Badan Pendidikan dan Latihan keuangan (BPLK) yang dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 1974 jo. Keputusan Presiden Nomor 12 tahun 1967. Pada tanggal 17 Maret 1975 melalui Surat Keputusan Nomor 13495/MPK/1975 diperoleh ijin penyelenggaraan pendidikan akuntan dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Pada awalnya penyelenggaraan pendidikan STAN masih menggunakan kampus Purnawarman. Kampus STAN Bintaro mulai digunakan pada tahun 1988, 2 tahun setelah peresmiannya oleh Menteri Keuangan RI saat itu, Radius Prawiro pada tanggal 16 Juli 1986. Sejak saat itu Kampus Bintaro menjadi kampus Sekolah Tinggi Akuntansi Negara atau yang dikenal juga dengan nama kampus Ali Wardhana. Nama kampus Ali Wardhana diberikan sebagai penghargaan kepada Menteri Keuangan era tahun 1968 hingga 1983.

Kampus STAN Jurangmangu sebutan pertama kali sebelum dikenal dengan nama kampus STAN Bintaro. Alasannya menggunakan nama Kampus STAN Jurangmangu adalah karena pintu masuk utama ke kampus pada saat itu hanya dari arah Jalan Ceger Raya Jurangmangu Timur. Baru pada tahun 2001 pintu masuk dari arah Jalan Bintaro Utama dibuka, dan bahkan saat ini sudah menjadi pintu masuk utama menuju kampus STAN, sehingga masyarakat lebih mengenal kampus ini dengan sebutan kampus STAN Bintaro.

Sebagai respon perkembangan program reformasi birokrasi dan transformasi kelembagaan menuntut Kementerian Keuangan untuk melakukan penataan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Tujuan utama penataan tersebut adalah agar STAN dapat meningkatkan peran dan kontribusinya dalam menyediakan SDM berkompeten dan berintegritas di bidang keuangan negara sejalan dengan arah dan tujuan transformasi kelembagaan Kementerian Keuangan. Hingga pada tanggal 15 Juli 2015 keluarlah Peraturan Menteri Keuangan RI No. 137/PMK.01/ 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Keuangan Negara STAN yang menandai berdirinya Politeknik Keuangan Negara STAN.

Sampai pada tahun 2009 jumlah bangunan gedung di kampus STAN belum begitu banyak. Perubahan terbesar dirasakan mulai tahun tersebut dengan dibangunnya sebuah ikon baru kampus berupa kolam air mancur besar yang menghiasi gedung I dan J yang baru dibangun di sebelahnya. Selain itu terdapat beberapa gedung baru yang dibangun yaitu gedung K dan Student Center. Gedung-gedung tersebut diresmikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani pada tanggal 20 Januari 2010. (sumber: www.pknstan.ac.id)

DAPATKAN VIDEO PEMBAHASAN SOAL PKN STAN LENGKAP